3 Oknum Pegawai Bank SumselBabel Diduga Gelapkan Dana Nasabah Rp 1,2 Milyar

Palembang,medianusantaranews.com- Tiga oknum pegawai Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan terjerat dalam perkara dugaan tindak pidana penggelapan dana nasabah sebesar Rp 1,2 milyar, mereka mulai bersaksi sekaligus pemeriksaan terhadap terdakwa di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin yang lalu.

Dari ketiga terdakwa itu, Muhammad Ibrahim selaku Teller, Demmi Gustian Customer Servis dan Rici Sadian Putra yang merupakan salah satu Satpam pada Bank Plat merah tersebut.

Mereka dihadapan majelis hakim yang diketuai Sahlan Efendi SH MH, terdakwa Muhammad Ibrahim yang keteranganya ngaku uang yang diambilnya dari mesin ATM dan nasabah dihabiskan untuk bermain judi online jenis Bacarat.

“Saudara Ibrahim, uang yang diambil dari nasabah dan mesin itu digunakan untuk apa saja dan apa modus saudara menggelapkan dana nasabah,”? tanya hakim.

“Pertama saya mengambil uang dari box mesin ATM yang kedua saya malsukan slip penarikan dana nasabah, uangnya saya habiskan untuk main judi online Bacarat dan habis buat ngumpul sama teman-teman yang mulia,” jawab terdakwa Ibrahim.

Dijelaskannya, pada Maret 2022 dirinya sebagai Teller seharusnya memasukkan uang ke mesin ATM sebesar Rp 800 juta, tapi hanya dimasukannya uang tersebut sebesar Rp 740 juta.

“Untuk mengambil uang di ATM, saat itu habis Magrib saya datang ke pos security dan minta kunci ATM ke terdakwa Rici selaku scurity dengan alasan ada nasabah yang komplain, kemudian saya ambil dari box sebesar lebih kurang Rp 140 juta,” katanya lagi.

Sementara itu terdakwa Demmi Gustian jelaskan bahwa saat itu dirinya diminta bantu oleh terdakwa Ibrahim untuk mengecek data rekening nama-nama nasabah.

“Saya diminta mengecek nama dan nomor rekening nasabah yang diberikan oleh Ibrahim. Kurang lebih ada 8 rekening nasabah yang minta Ibrahim untuk mengecek jumlah saldonya,” ujarnya.

Sedangkan terdakwa Rici Sadian Putra selaku scurity Bank SumselBabel Cabang Muaradua OKU Selatan mengatakan bahwa, terdakwa Ibrahim yang meminta kunci ATM kepadanya saat diluar jam kerja.

“Sekitar habis Magrib, Ibrahim menemui saya di pos scurity untuk meminjam kunci ATM, katanya ada nasabah yang komplain,” ungkapnya ketika ditanya hakim,(MNN/waluyo).

Sumber berita : wideazone.com

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *