Masyarakat Penyangga Desak PTPN 7 Bongkar Patok Pembatas

H Ginen : Jika tidak diindahkan bakal gelar aksi demo besar-besaran

Banyuasin,medianusantaranews.com- Sedikitnya ada belasan warga penyangga yang berasal dari Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan mendesak pihak management  PTPN 7 Unit Betung selain membuka lagi akses jalan sebagai yang ditimbun tanah dalam pembuatan galian gajah, warga juga menuntut pihak Perusahaan segera memindahkan patok pembatas yang baru saja dipasang pihak PTPN 7 Unit Betung pasca dibuatnya parit gajah.

Jika pihak PTPN 7 tidak mengindahkan hasil rapat mediasi yang digelar diruang rapat Kelurahan Betung, warga ancam akan melakukan aksi demontrasi secara besar-besaran.

“Kami minta pihak perusahan kembali membuka akses jalan yang selama ini di pakai warga dan agar pihak perusahaan secepatnya memindahkan patok batas lahan yang ditanam dilahan milik warga kearea perusahaan”, terang H. Suginen kepada wartawan usai rapat mediasi di Aula Kantor Lurah, kamis (29/02/2024).

 

H Suginen membeberkan, bahwa akses jalan itu milik warga setempat yang saat zaman Pesirah oleh masyarakat minta agar dibuatkan, karena warga tidak ada biaya dan pihak perusahaan yang punya alatnya, ketika itu pihak perusahaan siap membuatkan jalan, namin kini masih ditutup oleh pihak Perusahaan.

“Jadi sejak ada pembuatan parit gajah dan tanah galianya ditutupkan pada akses jalan, sehingga warga yang selama ini tidak dapat lagi dipakai, sehingga kini warga kesulitan apabila hendak bangun rumahnya terpaksa material yang dibeli dari luar Betung harus dipikul ” tambah H. Ginen.

Sebagai pelaku sejarah itu menjelaskan dulunya jalan tersebut merupakan jalan alternatif bagi warga, terutama para petani dan anak-anak yang hendak pergi dan pulang sekolah, namun oleh PTPN 7 dibuat galian paret gajah lahan tersebut milik warga, karena yang punya alat itu PTPN 7 membuat jalan alternatif untuk menghindari kepada pengguna jalan.

Masih menurutnya, akses jalan warga yang di tutup perusahaan itu lebarnya diperkirakan 10 M. “Jalan itu dulu bisa untuk dua mobil berlintasan, tetapi kini terkesan tidak dirawat bahkan di klaim PTPN 7 memasang patok pembatas pada lahan milik warga”, sambung Warso saat itu.

Warso Ketua RW, sekaligus pengurus yayasan Ibtidaiyah di Kelurahan  Betung kampung Purbolinggo itu. menurunya sejak ditutup akses jalan tersebut warga terpaksa harus berkeliling melalui ruas jalan yang ketika itu.

Dulu belum dibuat galian lanjut Warso, banyak warga yang lalu lalang. “Kalo memang mau di buat parit untuk alasan keamanan semestinya jangan sampe menutup akses jalan. Jalan itu sudah lama dan dalam surat tanah yang kami punya tanah kami berbatasan dengan jalan dan jalan negara” tutup Warso.

Asisten Personalia/umum yang mewakili Manager PTPN 7 Unit Betung, Wiwin Meliya Santi SKM mengatakan bahwa pihaknya menyampaikan apa yang jadi tuntutan masyarakat penyangga pada Pimpinan, untuk selanjutnya diteruskan kepada pihak Management.

Wiwin mengakui bahwa dulu memang dia pernah melihat dipinggiran PTPN 7 Betung itu ada jalan sewaktu kecil, saat masih sekolah bahkan pernah melalui jalan yang saat ini ditutup oleh PTPN 7.

“Saya aslinya warga Sukamulya dan waktu saya sekolah dulunya pernah juga melalui jalan tersebut. Tapi memang kita tidak tahu jalan itu punya siapa”, cerita Wiwin.

Kalo mengenai jalan lanjut Wiwin, nanti akan disampaikan pimpinan, sementara terkait permintaan masyarakat untuk pemindahkan patok, diminta masyarakat untuk menyampaikan bukti krmilikanya warga, hingga jalan itu bisa dibenarkan bukan milik perusahaan, imbuhnya.

Untuk pemasangan patok itu dijelaskan Wiwin, telah diproses sesuai aturan BPN dan tolong masyarakat bantu saya untuk membuktikan kepada pihak manajemen bahwa jalan yang dibuat parit gajah itu benar lahan milik warga, harapnya.

Sementara itu Lurah Betung Madiah, SAg meminta kepada masyarakat jangan ada yang anarkis diminta tetap melalui jalan musyawarah. “Kami berharap dalam mencari penyelesaianya dengan jalan musyawarah jangan ada yang anarkis”, pintanya sekaligus menutup urainnya.

Hadir dalam Rapat Mediasi ini terlihat ada Lurah Betung, Madiah, SAg, Asisten Personalia PTPN 7 Unit Betung Wiwin Meliya Santi SKM, ada beberapa Ketua RT dan Ketua RW dan Tokoh masyarakat Kelurahan Betung H. Ginen serta warga penyangga yang lahannya masuk dalam area perusahaan. (MNN/asta)

Editor  : waluyo




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *