TANGGAMUS — medianusantaranews.com
Polemik kedatangan mahasiswa Universitas Darmajaya yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, semakin memanas dan mencuatkan fakta yang sangat kontradiktif. Di satu sisi, muncul laporan soal pembebanan biaya sewa tempat tinggal dengan nilai yang tidak masuk akal kepada mahasiswa. Namun di sisi lain, Kepala Pekon Sinar Jawa justru mengeluarkan pernyataan sebaliknya, mengeluhkan etika mahasiswa dan meminta pihak kampus melakukan pembinaan.
Ketua Satya Kita Pancasila (SKP) Kabupaten Tanggamus sekaligus alumni kampus tersebut, Ivan Juliyus Masta, SE, menilai sikap ini sangat aneh dan tidak pantas dilakukan oleh pemimpin desa.
“Saya sangat kecewa. Seharusnya Kepala Pekon berterima kasih karena kampus mau mengirim anak-anak muda ini datang mengabdi. Mereka datang membawa ilmu, tenaga, dan ide segar untuk memajukan desa kita. Tapi alih-alih difasilitasi, malah dibebani biaya yang tidak wajar, lalu kini dibalik tuduh etika mereka? Ini sangat tidak beretika dan mencoreng nama baik daerah kita,” tegas Ivan.
Ia menegaskan tugas utama pemerintah pekon adalah menyambut dan memfasilitasi tamu yang membawa kebaikan. Kehadiran KKN bukan beban, melainkan anugerah besar bagi masyarakat:
Membawa tenaga dan pemikiran baru untuk percepatan pembangunan desa.
Memberikan pelatihan dan penyuluhan yang meningkatkan kualitas hidup serta keterampilan warga.
Membawa inovasi baru di bidang ekonomi, pendidikan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
“Memanfaatkan kedatangan mereka untuk meraup keuntungan pribadi itu sudah salah. Lalu menuduh balik tanpa bukti yang jelas? Ini sungguh memalukan,” tambahnya.
Saat awak media berusaha meminta klarifikasi langsung kepada Kepala Pekon Sinar Jawa, Hadi, melalui pesan WhatsApp, pihaknya hanya membalas singkat: “Sedang dijalan, bang.”
Hingga berita ini dimuat, belum ada penjelasan rinci terkait alasan pembebanan biaya tersebut maupun bukti tuduhan soal etika mahasiswa yang disampaikannya. Sikap menghindar ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada hal yang sengaja ditutupi.
“Kami harap ini segera diluruskan. Jangan sampai kepentingan pribadi merusak nama baik Kecamatan Air Naningan dan menutup peluang kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Ivan Juliyus Masta, SE.(Halimi Jaya)








