Musi Banyuasin,medianusantaranews.com- Sudah sepekan ini kobaran api dan kepulan asap pekat mulai mengancam masyarakat terutama bagi warga yang memiliki lahan dan kebun di Desa Sukamaju Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, Pasalnya dampak dari kemarau tahun 2026 ini benar-benar ekstrim, sumber mata air mengering dan ratusan lahan juga perkebunan warga yang di Desa tersebut hangus terbakar.
Ketua LPM Desa Sukamaju, Zulkarnain via WhatsApp kepada wartawan media ini dikatakan semenjak ada kejadian kebakaran di Rawa 10 Dusun 10, tanggal 29 Agustus lalu akhirnya kini api telah merambat sampai ke Rawa 21.
Menurutnya, lahan dan kebun milik warga yang sudah terbakar saat ini diperkirakan mencapai ratusan hektar, kemarin saja tanggal (04/09) dijelaskan Kades Sukamaju Alimun Hakim lahan dan kebun Karet dan Sawit milik warga sudah lebih 200 hektar, itu belum yang di Rawa 21 hari ini terbakar dan kepulan asap pekat benar-benar jiwa. 
“Kami untuk melakukan pemadaman di Rawa 21 dengan perlengkapan dan alat manual apa adanya, kendaraan tak bisa masuk sampai kelokasi, karena akses jalan menuju kelokasi Rawa 21 oleh PT Medco di portal, maka kobaran api tidak bisa kami padamkan dengan alat dan cara manual saja”, kata Zulkarnain.
Masih menurutnya, untuk pemadaman di Rawa 21 langsung dikomandoi Kades Sukamaju Alimun Hakim dan warga juga pemilik lahan dan kebunnya terbakar.
“Hingga pukul 16.00 wib (05/09) api terus membesar, sedangkan yang madamkan hanya dari masyarakat dengan sarana seadanya, mata air pun telah mengering dan akses jalan menuju lokasi ke Rawa 21 oleh pihak PT Medco masih dipasang portal, sehingga kendaraan pemadam termasuk dari Damkar pun terhambat”, ujar Zulkarnain menambahkan.
“Untuk pemadaman yang di RT 1 Dusun 6 semalam sampai pukul 02.00 wib bisa dipadamkan cara kroyokan dari perusahaan juga Forkopincam Babat Supat beserta masyarakat Desa Sukamaju”, tutupnya.
Via WhatsApp Kepala BPBD Kabupaten Musi Banyuasin Marko, pihaknya telah mengirimkan personil dan armadanya ke lokasi Rawa 21 Desa Sukamaju. “Saya ini baru keluar juga dari lokasi kejadian di Lawang Wetan”, jawabnya.
Terpisah, juga via WhatsApp konfirmasi ke Kapolres Muba terkait Karhutbunlah di Desa Sukamaju dijelaskan melalui Kabagops Kompol Padri (5/9) pukul 10.54 wib “Berdasarkan keterangan Kalaksa BPBD Kab Muba Bapak Marko dan Kapolsek Babat Supat, memang betul kebakaran terjadi dan sudah hampir mendekati pemukiman warga, namun alhamdulillah sudah padam. Untuk luas lahan terbakar ± 10-20 Hektar dengan catatan tidak sekaligus (kalkulasi dari beberapa hari), jadi tidak sampai 200 hektar seperti pernyataan saudara Waluyo. Kejadian tsb terjadi 5-7 hari yang lalu, dan api sudah padam Terimakasih”.
Masih jawaban Kompol Pandri “Saat ini langkah kami sudah membetuk satgas karhutla yg berisikan polri, tni, forkopimcam,bpbd, seluruh perusahaan yg berada di kecamatan babat supat, dengan menetapkan check point bersama di kantor camat babat supat dan telah berkoordinasi utk meminta bantuan mobil kebakara utk stanbye di kantor camat agar pergerakan lebih cepat dalam penangan karhutla.
Desa suka maju telah dipadamkan bersama rekan2 pt dan forkopimcam dibantu warga utk pemadaman..namun dikarenakan lahan gambut dan akses api padam namun hidup kembali dititik yg sama daerah sukamaju”.(MNN/waluyo).








