Warisan Jembatan Bobrok Membentang Diatas Sungai Bungin Menunggu Ambruknya

Banyuasin,medianusantaranews.com- Miris melihat kondisi warisan Jembatan tua dengan panjang lebih 30 meter dan Lebar lebih 2 meter yang membentang diatas Sungai Bungin itu tinggal nunggu ambruknya, Pasalnya, beberapa tiang penyangga yang awalnya dari pipa beri sudah banyak yang keropos dimakan usia, sehingga oleh masyarakat setempat dibuatkan tiang tambahan dengan batang kayu guna menyangga bebanya.

Warisan Jembatan era maksuknya warga Ekstran tahun 80 an kepemimpinan Presiden RI HM Soeharto itu hingga saat ini belum pernah tersentuh adanya biaya perbaikan dari pemerintah baik masih era Kabupaten Musi Banyuasin hingga pemekaran wilayah Kabupaten Banyuasin, ujar warga setempat yang minta jatidirinya dirahasiakan.

Menurut Dia, Jembatan itu satu-satunya sarana transportasi jalan darat yang bisa menghubungkan dari Desa Kelapa Dua menuju Dusun 4 Desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan bahkan bisa juga sebagai jalan alternatif menuju Desa lainya yang ada di Karang Agung, imbuh Dia.

Dia menambahkan, kondisi jembatan itu kini benar-benar memprihatinkan bahkan sangat membahayakan bagi warga baik melintas di badan jembatan itu termasuk yang melalui jalur laut melintas dibawah jembatan itu, karena tinggal menunggu ambrolnya, sebab dari ke- 4 Tiang Penyangganya sudah putus semua dan oleh warga ditambah tiang dari kayu agar bisa bertahan sementara waktu, sambung H Hadrawi salah satu Tokoh Masyarakat.

“Memang kondisi jembatan itu sudah sangat membahayakan, selain rusak dimakan waktu juga belum pernah ada perbaikan sejak dibangun tahun awal 80 an, jadi wajar kalau ada yang bilang tinggal menungguku ambruknya, karena sudah 40 tahun lebih usianya”, ungkap H Hadrawi sembari berharap agar dapat perhatian dari Pemerintah.

Masih menurutnya, jika dalam waktu dekat ini tidak segera diperbaiki, bisa jadi akan memakan korban jiwa, sebab jembatan itu hanya satu-satunya akses jalan darat oleh masyarakat umum atau para pelajar untuk pulang dan pergi beraktivitas, tutupnya.(MNN)

Editor waluyo




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *