Pipa Minyak Bocor Cemari Kebun dan Kolam Warga

Batsu,medianusantaranews.com- Belum ada yang mengakui pipa minyak milik perusahaan siapa, apakah milik Medco apa Pertagas yang bocor mencemari kebun dan kolam ikan milik warga yang berdumisili Dusun 2 Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat (Batsu) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sejak Selasa (4/10/2022) hingga Rabu siang belum ada yang menyelesaikan permasalahan terhadap warga yang terdampak.
Pantauan di lapangan lokasi titik rembesan minyak terdapat dilahan perkebunan Kelapa Sawit milik Supri dan pekarangan serta kolam ikan yang tercemar milik yang terparah lokasi milik Akbar, Aris, Rohim, Harsono dan Edison.
Dijelaskan Akbar, lahan pekarangan yang kena dampak limbah minyak bocor terdapat tanam tumbuh berupa batang pinang, batang Kelapa dan kolam ikan Gurame dan ikan patin yang sudah lebih dua tahun usianya. “Untuk ikan patin yang beratnya satu kilo termasuk ikan gurame”, jelasnya.
Lahan milik Aris ada dua kolam ikan Nila yang usianya dua tahun lebih. Air sumur, tanaman bonsai ada 200 lebih. “Kalau jumlah ekornya bisa ribuan ikan yang ada di-2 kolam itu, tapi kalau bonsai yang terparah dampak minyak itu sekitar 50 an lah” terangnya.
Sedang lahan kolam yang ikut tercemar milik Harsono ada kolam ikan Nila dan Gurami yang usianya sama dengan milik k Aris, karena saat itu berbarengan masukan benih ikan kedalam kolamnya. Selain itu ada batang sawit, batang pinang juga ada batang kelapa biasa.
Milik Rohim yang ikut tercemar ada dua kolam dan tanaman sawit, pinang juga ada batang petai. “Nah kalau dua kolam milik Rohim itu kami tidak begitu paham jumlahnya tapi kalau jenisnya sama, Nila ada Gurame dan Patin, ujar Akbar.
Sebagai korban limbah kami sebagai warga tentunya minta bantuan pada Pemerintah Desa Tanjung Kerang, bagaimana masalah yang sedang dihadapi itu ada solusi cepat dan kepada pihak perusahaan jangan banyak berdalih, karena dampak limbah itu bukan saat ini saja yang dirasakan, namun sekian tahun yang akan datang masih akan dirasakan, terutama mengenai tanam tumbuh yang ada, tegas Akbar dan kawan-kawan saat dibincangi wartawan (5/10).
Diruang kerjanya, Kades Tanjung Kerang H. Supriyadi, SH kepada wartawan menegaskan bahwa pihak perusahaan segera selesaikan permasalahan minyak yang cemari lahan milik warga kami.
Keluhan warga yang dilaporkan ke Pemdes dampak bocornya pipa minyak itu mengenai air bersih, sebab selama ini warga kami itu untuk kepentingan air didapat dari air sumur, karena lahan pekarangannya dialiri tumpahan minyak warga kami tidak berani mengambil air sumurnya.
Untuk itu Kades Tanjung Kerang berharap bagi perusahaan segera kirim air bersih kepada warga selama lokasi sumurnya benar-benar bersih dari cemaran minyak itu dan tanam tumbuh yang terdampak termasuk air kolam yang berisi ikan pun segera diselesaikan, pinta Kades.
Terpisah, dilokasi titik bocornya pipa beberapa karyawan dari Pertagas enggan memberikan komentar, karena menurut mereka tugasnya hanya bagian antisipasi bocoran minyak saja, jadi apa penyebab dan pipa minyak itu milik perusahaan siapa pun mereka enggan komen.(MNN)
Editor : waluyo



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *