WADUH, DIDUGA AKIBAT MOBILISASI ANGKUTAN BATU BARA, DIKABUPATEN MUARA ENIM LANGGANAN MACET PANJANG

Muara Enim

medianusantaranews.com

Macet panjang di jalan lintas Sumatera, tepatnya dari Desa Pandan Enim hingga  Desa Muara Meo dalam wilayah Kabupaten Muara Enim Kembali terjadi pada Jum’at Jum’at (08/12/2023) sekitar pukul 07 .00 WIB.

Dari pantauan, kemacetan tersebut berlangsung hingga malam hari, diduga penyebabnya adalah banyaknya kendaraan pengangkut batu bara yang sudah over kapasitas jalan melintas di jalan umum lintas Sumatera baik yang berasal dari Kabupaten Muara Enim sendiri maupun kendaraan batubara yang dari arah Jalan Lintas Batu Raja (OKU)

Menurut masyarakat, Kemacetan seperti itu bukanlah permasalahan aneh, namun memang sudah sangat sering terjadi. Dan hal itu sangatlah menjadi keluhan masyarakat sebagai pengguna jalan umum Lintas Sumatera

Seperti yang disampaikan salah seorang pengendara angkutan desa, Reka (26th), mengatakan kemacetan di jalan umum lintas Sumatera memang kerap terjadi akhir – akhir ini, bahkan pernah sampai dinihari.

Ia mengungkapkan bahwa penyebab kemacetan tersebut adalah banyaknya kendaraan dump truck Fuso atau kendaraan panjang pengangkut batu bara yang berlalu lalang di jalan umum lintas Sumatera di wilayah Kabupaten Muara Enim.

” Kemacetan ini, mobil angkutan batubara biangnya, sopir angkutan desa seperti kami ini sangat merasa dirugikan atas seringnya macet panjang, mau ke Tanjung Enim saja berjam-jam, angkut anak sekolahpun sering sekali kesiangan, ” ia mengeluh.

Reka sendiri merasa bingung mengenai sudah kelewat batasnya jumlah angkutan batu bara di Kabupaten Muara Enim, yang terkesan dibiarkan menguasai jalan umum Lintas Sumatera, terutama di wilayah Kabupaten Muara Enim.

” Kenapa, kok angkutan batubara kian merajalela ya ?, Mana nih Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Aparat Penegak Hukum, jangan diam saja, apalagi sampai ,” ucapnya kesal.

” Kami masyarakat merasa sangat dirugikan atas kejadian macet yang sudah terlalu sering ini, mana macet, mana debu, ” timbalnya.

Senada juga dikatakan Arga, mereka sebagai masyarakat pengguna jalan umum lintas Sumatera sering merasa kesal karena kemacetan yang disebabkan oleh mobilisasi angkutan batu bara yang sudah diluar batas kemampuan jalan.

Menurut dia seringnya kemacetan ini sangatlah meresahkan, terutama bagi masyarakat pengguna jalan.

Ia mengkritisi Pemkab Mura Enim, yang dalam hal ini Dinas Perhubungan dan juga Aparat Penegak hukum, karena tidak melakukan penertiban mobilisasi angkutan batu bara yang kian merajai dijalanan.

” Seharusnya Pemkab Muara Enim dan APH melakukan tindakan dong, lakukan penertiban,  ini kan sudah meresahkan dan merugikan waktu masyarakat di dalam perjalanan. Belum lagi anak – anak sekolah berangkat pukul 06.00 WIB pagi, sering tiba disekolah pada pukul 11.00 WIB, Kejadian ini sudah tidak wajar lagi, tidak bisa donk diberikan toleransi terus – menerus,” ungkapnya.

Seringnya terlambat anak – anak sekolah karena kemacetan ini juga diakui oleh Derli Wijaya, seorang siswa SMAN 1 Tanjung Agung.

” Memang sudah sepekan ini kami sering terlambat tiba di sekolah karena macet. Bahkan pernah sudah waktu siang kami baru sampai sekolah karena macet, padahal kami berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB.

” Kalau terus – terusan seperti ini, bisa – bisa para pelajar terganggu jam pelajarannya, dampaknya sangat patal bagi dunia pendidikan di Kabupaten Muara Enim, belum lagi permasalahan kesehatan karena banyak debu di jalanan,” pungkasnya.

Sementara itu terkait permasalahan ini, media ini belum melakukan konfirmasi, baik ke Dinas Perhubungan Kabupaten Muara Enim maupun ke pihak Polres Muara Enim (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *