Tanggamus – medianusantaranews.com
Sebuah momen penuh makna terukir di SD Negeri 3 Kuripan, Kecamatan Kota Agung. Pada Selasa (9/6/2026), sekolah ini menggelar pelepasan siswa kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara ini menjadi semakin istimewa karena dirangkaikan dengan penghormatan tertinggi bagi dua guru yang memasuki masa purnabakti: Ibu Maryani, S.Pd. dan Ibu Khairiyah, S.Pd.

Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman sekolah yang dihias sederhana namun penuh makna. Hadir dalam kesempatan itu seluruh dewan guru, pengurus komite, orang tua siswa, serta tamu undangan. Sebanyak 49 siswa secara resmi dilepas, menutup babak pendidikan dasar mereka dan bersiap melangkah menuju jenjang yang lebih tinggi.
Kepala Sekolah, Reni Septiana, S.Pd.SD., mengawali sambutannya dengan rasa syukur yang mendalam. Ia mengucapkan selamat kepada para lulusan sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan belajar belum berhenti di sini.
“Kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan gerbang menuju harapan yang lebih luas. Teruslah menuntut ilmu, jadilah pribadi yang berakhlak mulia, dan selalu banggakan keluarga serta almamater tercinta ini,” pesannya dengan penuh pengharapan.
Namun, puncak keharuan terasa saat acara beralih menjadi wujud terima kasih atas pengabdian. Selama puluhan tahun, Ibu Maryani dan Ibu Khairiyah telah mencurahkan tenaga, pikiran, dan ketulusan hati untuk mendidik anak-anak di daerah ini. Bagi mereka, mengajar bukan sekadar tugas, melainkan panggilan jiwa yang dijalani dengan penuh dedikasi.
Saat ucapan terima kasih dan cinderamata diserahkan, suasana menjadi sangat mengharukan. Tak sedikit mata yang berkaca-kaca, mengenang bimbingan, kesabaran, dan kasih sayang yang telah ditorehkan keduanya selama mengabdi.
Di tengah nuansa emosional itu, semangat pun kembali menyala lewat penampilan seni dari para siswa. Tarian, nyanyian, dan pembacaan puisi yang ditampilkan dengan penuh percaya diri memukau hadirin, menjadi bukti bakat yang telah tumbuh di bawah bimbingan para pendidik.
Lebih dari sekadar perpisahan, acara ini mengajarkan dua hal berharga: keberanian untuk melangkah maju meraih masa depan, dan pentingnya menghormati jasa orang yang telah membimbing.
Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kenang-kenangan. Semoga para lulusan tumbuh menjadi generasi yang berguna, dan semoga kedua guru purnabakti senantiasa diberikan kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan di sisa usia yang penuh berkah.(Halimi jaya)








