Palembang,medianusantaranews.com- Ruas Jalintimsum Palembang-Jambi sekitar sepanjang 200 km saat ini banyak kalangan menguratakan dibiarkan rusak. Tidak sedikit berbagai jenis kendaraan baik untuk angkutan penumpang AKAP maupun AKDP dan kendaraan angkutan barang banyak mengalami kerusakan yang akhirnya menjadi penyebab kemacetan arus lalukintas dan menjadi pemandangan tak elok.

Pantauan media ini kerusakan ruas Jalintimsum Palembang-Jambi itu terlihat dari Kecamatan Talang Kelapa hingga Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin dan mulai dari Kecamatan Babat Supat hingga Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera selatan.
Dampak dari rusaknya jalan disepanjang ruas Jalintimsum Palembang-Jambi itu hingga saat ini tidak ada aktivitas untuk melakukan perbaikan dari Dinas terkait baik dari Kabupaten, Provinsi Sumsel atau dari Pemerintah Pusat, bahkan terkesan tidak serius menyikapinya, walau ada perbaikan hanya dengan cara tambal sulam, justru itu yang menjadi penyebab kemacetan saja.

” Memang kondisi ruas Jalintimsum Palembang-Jambi saat ini sudah rata rusaknya, lubang ditengah ruas jalan berdiameter 1-2 meter dan tidak sedikit terlihat berbagai jenis kendaraan yang rusak diarpanjang jalan itu dan paling parah lagi jika datang hujan, jarena lubang yang ada disepanjang jalan negara itu tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak, maka kemacetan arus tidak dapat dihindari”, ucap Zubaidah saat berbincang dengan wartawan (1/5/2019).
Masih menurutnya, ini sudah tiga hari tidak ada turun hujan, sehingga tampak dimana jalan yang berlubang, sehingga arus kendaraan terlihat lancar walau masih merayap, tetapi efeknya bagi warga yang berdumisili disepanjang jalan itu terkena imbas bertebaran adanya debu. ” Sudah tidak dapat dihitung lagi titik ruas jalan yang rusak, sebab sudah merata rusaknya dan sekarang jarak tempuh melalui ruas Jalintimsum Palembang-Jambi tidak dapat lagi ditentukan dengan waktu”, sambung Hendro warga Sungai Lilin Muba saat berbincang di Rm Musi Indah Betung beberapa saat yang lalu.
Hendro menambahkan, untuk ruas Jalintimsum Palembang-Jambi khususnya disepanjang wilayah Kabupaten Musi Banyuasin itu sejak dua tahun terakhir dan tidak ada aktivitas perbaikan sama sekali dan heranya banyak pejabat yang sudah mengetahui, tetapi tidak ada itikat untuk perbaikan dan ini merupakan kegagalan pemerintahan diera Jokowi.
” Sepertinya, birokrasi sisten penerintah kita sekarang ini terputus baik dari Penkab, Pemprov maupun dengan Pemerintah Pusat dan terlihat tidak berpotensinya para wakil kita baik dari DPRD Kabupaten, Provinsi maupun yang ada di Senayan, padahal dampak dari kerusakan ruas jalan itu justru masyarakat setempat”, imbuhnya.

Terpisah Ketua PWI Banyuasin, Diding Karnadi, SH, menyikapi masalah kerusakan ruas jalan dan kemacetan yang sudah membuat lelah bagi pengguna jasa Jalintimsum Palembang-Jambi tersebut dikatakan bahwa kondisi kerusakanya sudah kronis.
Diding berharap kepada para wartawan pun punya tugas untuk menyampaikan persoalan ini, supaya yang menjadi keluhan Masyarakat pengguna jasa transpotasi jalan darat itu bisa cepat direspon hingga Pemerintah Pusat.
Sementara dari Balai Besar yang paling bertanggungjawab yang ada di Provinsi Sumsel, hingga berita ini ditayangkan belum ada yang bisa untuk diminta konfirmasinya.(waluyo)








