Banyuasin, medianusantaranews.com- Hanya terjadi pada teras bawah di Masjid Agung Al-Amir Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin Sumatera Selatan ada sepatu dan Slop atau sandal milik yang hilang hanyut dibawa genangan air saat datang hujan. Sedikitnya ada 4 psang sepatu dan 3 pasang sandal milik sebagian Jamaah itu yang hilang usai melaksanakan Sholat Dzuhur (7/7/2020).
Pantauan media ini, para jamaah usai Sholat Dzuhur, tiba-tiba langsung datang hujan deras dan airnya menggenangi hingga lantai dasar teras tempat sepatu dan sandal jamaah dilepas, air hujan itu sampai menggenang, karena saat ada renovasi tahun 2019 tidak disertai pembangunan saluran pembuangan air, maka saat hujan air justru menggenang hingga setinggi diatas tumit orang dewasa, ketika mengalir langsung menghanyutkan sepatu dan sandal para jamaah.
Risma (44) dan Amri (37) ASN yang datang dari Kecamatan Banyuasin 1 usai Sholat Dzuhur mengaku sepasang sepatu mereka hilang, mulanya disangka hilangnya dicuri orang, tidak sadar kalau hanyut dibawa air, sebab sepatu mereka sengaja diletakan diteras lantai dasar sudah digenangi air.
Terpaksa kami berdua meminjam sandal milik pengurus masjid. ” Untungnya urusan kami kedinas sudah selesai, andaikata tadi belum kedinas, alamat kami berdua tidak bersepatu”, tuturnya sembari mengucap teras Masjid apik seperti ini kontruksi tak baik.

Hal serupa diungkapkan Imron (52) yang mengaku sebagai warga Talang Kelapa Banyuasin, kehilangan slop(sandal) di masjid ini saat hujan sudah kedua kalinya, kalau dibulan yang lalu sepatu, pas kami bawa sepeda motor datang hujan dan bertepatan saat Sholat Ashar, sekalian berteduh untuk bersembahyang, tak sadar sandalnya dilantai teras, jadi usai Sholat hujan juga sudah mulai reda, dilihat sepatu dan sandal yang dilepas dilantai teras depan Masjid itu tak ada yang tertinggal dan hanyut entah kemana arahnya, sebab kami cari sudah tidak ada barangnya, jadi waktu itu jamaah pulang banyak yang tidak bersepatu, bebernya.
Sementara tokoh masyarakat Banyuasin Syamsuri HAJ dikediamanya mengatakan, dihalaman Masjid Al-Amir itu sekarang digenangi air akibat saat dilakukan rehab ketika itu tidak disertai pembangunan paret pembuangan air. “Lihat saja sekarang jika datang hujan walau tidak lebat air langsung menggenang. Bukan hanya itu diteras Masjid itu sekarang justru terlihat kotorkan”, jelasnya.
Masih Menurutnya, untungnya ada corona, jadi jamaah tak sebanyak sebelum ada itu, walau banyak sepatu dan slop jamaah yang tidak banyak dan mustinya saat dilakukan renovasi waktu ada dibangun saluran pembuangan air, padahal dana renovasi ketika itu hampir satu milyar rupiah, ucap mantan Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin itu sekaligus menyudahi perbincanganya.(waluyo)








