KISRUH DI PBVSI DAN KONI SUMSEL, DISINYALIR ATLIT VOLLEY BALL PORPROV XIV LAHAT DARI OKU SELATAN BERASAL DARI PULAU JAWA

Lahat – Sumsel
medianusantaranews.com

Pelaksanaan Porprov XIV di Kabupaten Lahat tahun 2023 mengutamakan sportifitas dan konsekuen daerah untuk mengandalkan atlit dari daerahnya sendiri.

Panitia atlit daerah  sangat ditekankan atlit – atlit utusan dari daerah – daerah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan dapat mengutus atlit – atlit yang dibawa ke Porprov Sumsel di Kabupaten Lahat memang benar – benar berasal dari atlit daerah setempat. Maksudnya panitia atlit dari daerah tidak diperbolehkan mengambil atlit dari luar daerah atau dengan istilah ” Ngebon” atlit dari daerah lain. Tujuannya adalah untuk memperkaya atlit dan bibit – bibit atlit di Provinsi Sumsel untuk menghadapi event – event lain nantinya seperti Porwil ( Pekan Olahraga Wilayah) dan Prapon ( Pekan Olah Raga Nasional)

Namun fakta yang terjadi pada Porprov Sumsel di Kabupaten Lahat tidak seperti yang diharapkan. Terutama pada cabang olahraga Volley ball. Keadaan itu tentu saja telah menimbulkan protes dari sejumlah daerah di Sumsel, sehingga dinilai tidak selektif nya PBVSI Sumsel dan KONI Sumsel dalam memverifikasi atlit volley ball.

Karena ada dugaan kuat pada ajang Porprov di Kabupaten Lahat 2023, Tim panitia atlit Kabupaten OKU Selatan sudah melanggar aturan. Yang mana terungkap bahwa pada Porprov XIV di Kabupaten Lahat yang saat ini sedang berlangsung, atlit PBVSI dari OKU Selatan banyak mendatangkan atlit dari luar daerah (pulau Jawa)

Perbuatan tersebut jelas saja sudah sangat merugikan atlit – atlit PBVSI dari daerah lain.

Dari sumber yang minta namanya jangan disebutkan, mengatakan bahwa salah satu Tim panitia atlit PBVSI OKU Selatan merupakan oknum DPRD Kabupaten OKU Selatan.

Dari data yang didapat dari Nara sumber, adapun atlit – atlit OKU Selatan yang berasal dari luar daerah adalah:

1. Ahmad saliman (kelahiran tasikmalaya 19/08/2000 )

2. Faisal Deris ( kelahiran Ciamis 24/04/2007 )

3 Fanzi Surya Pratami ( kelahiran Ciamis 10/05/2005 )

4.Fitra Putra Pratam ( kelahiran Tasikmalaya 03/11/2007 )

5.Ilham Wahyudi ( Tasikmalaya 19/10/2003 )

6.M. Nur Fadhilah ( Subang 10/04/2004 )

7,Trey Aprialdi ( Tasikmalaya 02/04/2003)

8.Dede Rispan Ramdani ( Tasikmalaya 28/11/2004)

Hal itupun dibenarkan oleh salah seorang  pembina atlit volley ball dari salah satu  kabupaten di Sumsel.

Pria yang berinisial Ka ini mengatakan memang benar  nama-nama atlit volley ball dari Kabupaten OKU Selatan bukan atlit berasal OKU Selatan – Sumatera Selatan

Dalam hal ini dirinya meminta kepada KONI Provinsi Sumsel di PBVSI Sumsel untuk segera menindak lanjuti dugaan tersebut. Dan bila terbukti berikan tindakan tegas diskualifikasi tim volley ball dari OKU Selatan.

Senada juga disampaikan oleh Ketua PBVSI Kota Pagar Alam, Hendri. Dikatakan Hendri agar permasalahan itu segera ditindak lanjuti oleh panitia Porprov Sumsel di Kabupaten Lahat.

Bahkan Hendri menegaskan, bila permasalahan itu tidak ditindak lanjuti panitia Porprov maka mereka meminta PBVSI Sumsel di bubarkan saja.

Dijelaskan Hendri, perbuatan oknum panitia atlit dari Kabupaten OKU Selatan tersebut jelas telah melanggar
aturan PBVSI pada poin ke Enam. Dimana pada poin itu telah memutuskan dan sepakat bahwa atlet Porvrov
XIV tahun 2023 di kabupaten lahat hanya boleh mutasi sesama daerah di Sumatra Selatan dengan syarat,surat permohonan dari kabupaten / kota yang meminta dan surat rekomendasi kabupaten / kota asal atlit, namun tidak menerima mutasi atlet dari luar provinsi Sumatra Selatan.

Lanjut Hendri, aturan itu ditetapkan di Palembang, pada tanggal 24 Februari 2023, yang ditanda – tangani oleh H .Supami Miaji .S.pd serta cap basah.

Hendri bersama pembina atlit dari daerah lain di Sumsel meminta agar PBVSI ( Persatuan Bola Voly Seluruh Indonesia ) dan KONI Sumsel jangan terkesan tutup mata, atau ada permainan dengan panitia atau ketua PBVSI Kabupaten OKU selatan perihal ada dugaan oknum anggota DPRD OKU Selatan yang merupakan panitia dari OKU Selatan yang diduga memakai pemain atau atlit volly ball dari pulau Jawa,

Terpisah, tokoh pemuda Alpian selaku pengamat atlit di Porprov Sumsel XIV Sumsel di Kabupaten Lahat mengutarakan seharusnya para atlit yang datang dari daerah atau kota di Provinsi Sumsel memang benar – benar atlit dari daerah setempat, atau setidaknya atlit yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. Mengingat kata dia bahwa Porprov Sumsel XIV di Lahat adalah untuk mencari atlit untuk ke depan menghadapi PRAPON (Pekan Olah Raga Nasional). Maka di sini di Porprov untuk di seleksi dan mencari bibit atlit asli putra/putri daerah Sumatera Selatan. Ia juga mengingatkan agar olahraga ini jangan di buat ajang politik.

Sambung Alfian, dugaan ada oknum DPRD OKU Selatan mengambil atlit dari Pulau Jawa sebenarnya hal itu selain sudah melanggar aturan juga menunjukan sikap bahwa oknum tersebut tidak menghargai dan mempercayai putra dan putri / Atlit dari OKU Selatan sendiri

Sementara itu terkait permasalahan ini,
Oknum DPRD OKU Selatan dimaksud, Heri saat di konfirmasi wartawan, hingga berita ini diturunkan tidak ada
Jawaban (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *