HEBOH, FINAL VOLLEY BALL DI PORPROV 14 LAHAT, MEMPERTEMUKAN TIM VOLLEY BALL PALI DENGAN TIM VOLLEY BALL ASAL JAWA BARAT

Lahat – Sumsel
medianusantaranews.com

Ada yang unik dalam final volly ball di Pekan Olahraga Propinsi (PORPROV) ke XIV tahun 2023 di Kabupaten Lahat.

Bagaimana tidak, karena pada Porprov ke XIV disebut ada kontingen atlet Volley Ball dari Provinsi Jawa Barat mengikuti ajang pertandingan Volley ball. Sementara diketahui bahwa Porprov merupakan event olah raga khusus untuk atlit atlet di wilayah Provinsi Sumsel. Namun konon disinyalir atlet volley ball dari  OKU Selatan menggunakan atlet volley ball asal Provinsi Jawa Barat.

Namun demikian, atlet Volley Ball Kabupaten PALI siap tanding, bakal menjamu atlet Volley Ball OKU Selatan yang atletnya berasal dari Propinsi Jawa Barat pada laga puncak penentuan siapa terbaik di ajang olah raga bergengsi di provinsi Sumatera Selatan ini.

Hal itu disampaikan Khairlani, salah satu pelatih nasional yang merupakan pelatih atlet volley ball Kabupaten Muara Enim, Jum’at (22/09/2023).

Khairlani menuturkan, porprov Sumsel ke XIV di Kabupaten Lahat kali ini memang mencetak sejarah. Bagaimana tidak karena atlet volley ball OKU Selatan menggunakan atlet volley ball dari  Provinsi Jawa Barat. Artinya sama saja atlet volley ball Jawa Barat berhasil menembus partai final pertama kali mengikuti Pesta Olahraga Provinsi Sumsel. Padahal diketahui bahwa Porprov XIV Sumsel di Kabupaten Lahat khusus diikuti oleh Putra dan Putri dari provinsi Sumsel itu sendiri. Yang harapan Gubernur Sumsel para pemainnya nanti akan dikirim ke PON di Aceh mendatang. Tapi bagaimana nantinya, sementara atletnya berasal dari Provinsi Jawa Barat.

” Final PALI melawan Jawa Barat akan kita saksikan, kita katakan Kabupaten PALI akan melawan Propinsi Jawa Barat,”sindir Kailani ketika menyampaikan informasi akan final tersebut.

Disinggung Khairlani lagi,final Volley ball di Porprov ke 14 tahun 2023, sama saja final Provinsi Jawa Barat melawan tim Volley Ball Kabupaten PALI, hanya saja tim volley ball Jawa Barat menggunakan nama OKU Selatan agar bisa ikut Pekan Olahraga Propinsi Sumsel Ke-14 di Lahat ini..

“OKU Selatan itu hanya nama, kalau putra dan putrinya atletnya orang Ciamis, dan Tasikmalaya semua,” tukasnya.

Sementara itu, Misnan dari KONI Provinsi Sumsel mengatakan pihaknya hanya menghadiri final tersebut sebab untuk pembuktian dengan apa yang dituduhkan ada identitas yang menjadi syarat sesuai pedoman yang disepakati.

” Kalau begitu adanya, artinya KONI Provinsi yang tidak teliti. Kali ini Porprov di Lahat mencetak sejarah baru, yang bisa menghadirkan final Kabupaten melawan Provinsi,”ungkapnya.

Dikatakannya, dalam hal ini, Gubernur Jawa Barat, Bupati Ciamis dan Tasikmalaya pasti merasa bangga atas prestasi para remaja mereka yang telah berhasil menembus final di Porprov di Provinsi Sumatera Selatan ini.

“Sudah pasti pejabat di Bandung sana bangga, tanpa mengeluarkan modal atlit mereka masuk final, justru OKU Selatan yang mengeluarkan modal untuk orang-orang Ciamis dan Tasikmalaya ini, sedangkan Putra dan Putri OKU Selatan hanya menjadi penonton di negeri sendiri, masyarakat dikibuli oleh Ketua PBVSI OKU Selatan yang diketahui sebagai Ketua DPRD OKU Selatan,” ,”katanya.

Ini daftar nama Kontingen Volley Ball Kabupaten OKU Selatan, pemainnya berasal dari Provinsi Jawa Barat

Terpisah, terkait permasalahan ini, Tokoh PBVSI Sumatera Selatan H. Faisol Dulhai, sangat menyayangkan kejadian ini..Kenapa pemain luar Sumatera Selatan bisa bermain di Pekan Olahraga Propinsi Sumsel Ke-14 kali ini.

Padahal, kata Paisol, atlet Kabupaten yang keluar sebagai juara dengan menggunakan pemain dari luar Provinsi Sumsel tidak dapat digunakan untuk mewakili Sumsel menuju ke Pekan Olahraga Nasional (PON) nantinya.

” Peraturan sudah jelas Porprov tidak boleh menggunakan pemain dari Luar Propinsi Sumsel. Kejadian itu jelas sudah sangat merugikan Sumatera Selatan sebab tidak bisa digunakan untuk persiapan PON nantinya. Artinya Kabupaten yang menggunakan pemain luar itu tidak sportif, takut kalah, pemain dari Propinsi Bandung itu bukan mengangkat nama daerah namun justru menjatuhkan nama Daerah,” paparnya.

Ia menambahkan, Provinsi Sumsel merasa rugi atas kejadian ini. Dirinya sebagai Tokoh Volly Sumsel sangat prihatin yang mendalam pada Porprov Lahat Ke-14, yang mana telah terjadi membunuh atlet Volley lokal yang diharapkan dapat menjadi wakil Sumsel untuk ke Pekan Olahraga Nasional mendatang.

” Para Ketua-ketua PBVSI saat ini lebih ambisi menang, namun tidak memikirkan talenta daerah mereka sendiri, kalau memang ingin memajukan daerah sendiri, pahit manis hasilnya harus gunakan atlet sendiri,” kata Paisol.

” Harapan saya hal ini tidak terulang lagi, saya prihatin atas kejadian ini, sebab dari dulu peraturan sudah kami edarkan ke Pengurus PBVSI Kabupaten/Kota,” terangnya.

” Aturan dan pedoman pelaksanaan dalam Porprov untuk mutasi atlet harus satu tahun berdomisili dan di buktikan dengan identitas serta bukti otentik,” jelasnya.

“Sekali lagi kami dangat prihatin. Seharusnya Pengurus PBVSI Kabupaten/Kota dapat mengerti dan memahami peraturan itu,”pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PBVSI OKU Selatan Heri, saat dihubungi wartawan terkait permasalahan ini, agar bisa memberikan klarifikasi dan berimbang. Hingga berita ini diturunkan oleh wartawan media ini agar Ketua PBVSI OKU Selatan yang sekaligus sebagai Ketua DPRD Kabupaten OKU Selatan tersebut belum memberikan tanggapan. (Ab)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *