# Kian Miris Lihat Antrian Ranmor #
Palembang,medianusantaranews.com- Saat ini bukan hanya untuk kebutuhan pangan yang harganya memberatkan rakyat, ternyata bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan kendaraan bermotor (Ranmor) yang vital pun kini kian sulit didapatkan di setiap SPBU.
Mirisnya hal yang sedemikian itu terjadi secara menyeluruh di setiap SPBU yang ada di wilayah Kabupaten/Kota dalam Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang notabene daerah sebagai Pusat Lumbung Minyak dan Gas Bumi dalam sejarah di Indonesia, ujar Wanda (29) ketika bicara dengan wartawan media ini (28/11/2023).
Yang mengaku warga asal Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin ini mengatakan dirasakan mulai kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi baik jenis Solar maupun pertalite itu sejak 5 tahun terakhir ini, “pokoknya kian miris saja jika kita lihat antrian Ranmor dan bicara tentang BBM”, ungkapnya.
Wanda mengakui benar jika para pakar ekonomi Indonesia yang ditontonnya via ponselnya dan berkata terkait perihal itu bahwa negara kita saat ini sedang tidak baik-baik kehidupan ekonomi rakyatnya, tambahnya.
Dia berharap usai pemilu 2024 nanti ada perubahan yang memudahkan kembali bagi masyarakat untuk memenuhi bahan pokok pangan yang murah berkualitas, termasuk untuk kebutuhan bahan bakar minyak bersubsidi di setiap SPBU, kata sopir yang mengaku jebolan PTS jurusan Sospol yang sekaligus menutup bincang dengan wartawan.
Priyadi (47) juga mengaku susah boleh BBM bersubsidi jenis pertalite, siap antri hingga berlama-lama, sedang mau beli BBM dieceran ngeri-ngeri kalau tak asli, padahal kami hanya mau beli 2 liter.
“Ngaku banyak rugi jika kami beli BBM yang nonsubsidi untuk aktivitas kerja sebagai tukang ojek, untuk saat ini pun tarikan juga kalah dengan ojek online, untungnya ada langganan anak sekolah, itulah yang masih bisa untuk stok storan kridit bulananya”, ujar bapak yang telah menekuni profesinya lebih 10 tahun ini dan berharap ada kebijakan bagi Abang ojek kedepanya masalah BBM subsidi itu bisa dinikmati dengan mudah.
Manager salah satu SPBU di Kabupaten Banyuasin yang sempat diminta untuk mengomentari terkait dengan antrian Ranmor yang terlihat numpuk dilokasi dan mengatakan pada dasarnya dirinya sebagai pekerja di sebuah perusahaan jasa semacam ini tentunya dalam kondisi ramai pembeli tentu itu yang diharap.
Terkait antrian berbagai jenis Ranmor di lokasi perusahaan jasa yang dimpimpin dirinya itu juga mengaku ikut prihatin sesungguhnya, tapi dirinya juga ngaku tak dapat berbuat banyak, lantaran stok BBM bersubsidi masih tetap jatahnya dan belum ada tambahan, jelasnya.
Untuk BBM bersubsidi jenis Solar masih tetap 24 ton juga BBM bersubsidi jenis pertalite, sedang volume Ranmor yang membutuhkan BBM bersubsidi semakin bertambah dan sepertinya kejadian ini untuk diwilayah Sumsel merata samalah.
Masih menurutnya guna mengantisipasi terjadinya antrian Ranmor yang dapat mengganggu usaha masyarakat disekitar perusahaan yang dipimpinnya tersebut diperintahkan agar petugas security-nya mengontrol agar para pengemudi tidak memparkirkan Ranmor yang merugikan warga penyangga, ujarnya dengan nada serius sembari meminta nomor SPBU dan namanya tak disebut dipemberitaan di media ini.(MNN/tim)








