Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)
medianusantaranews.com.
Bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi dikukuhkan.
Firdaus Hasbullah, SH, MH dipercaya menakhodai KORMI Kabupaten PALI untuk periode 2025–2030. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Pendopoan Bupati PALI, Kamis (13/8/2026), dan dipimpin langsung Ketua KORMI Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Samantha Tivani, B.Bus., M.I.B.
Usai dikukuhkan, Firdaus menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi titik awal untuk menggerakkan olahraga masyarakat di Kabupaten PALI.
“Pelantikan hari ini bagi kami bukan sekadar seremoni. Hari ini adalah titik awal sebuah gerakan. Gerakan untuk mengajak masyarakat Kabupaten PALI kembali menjadikan olahraga sebagai gaya hidup,” ujar Firdaus.
Wakil Ketua DPRD PALI ini mengungkapkan, kemajuan KORMI tidak dapat dibangun oleh pengurus saja. Kekompakan internal serta dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, komunitas dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjalankan program olahraga rekreasi.
Karena itu, kepengurusan KORMI PALI periode 2025–2030 berkomitmen memperkuat kelembagaan hingga tingkat kecamatan, memperbanyak kegiatan olahraga masyarakat, sekaligus melestarikan olahraga tradisional.
-

Firdaus Hasbullah SH MH, Yang Juga Wakil Ketua DPRD PALI, Resmi Nakhodai Kepengurusan KORMI PALI, Periode 2025 – 2030, Kamis (13/08/2026)
KORMI PALI juga akan mendorong lahirnya berbagai event olahraga rekreasi yang dapat menjadi agenda rutin daerah. Selain memperluas partisipasi masyarakat, langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet olahraga masyarakat yang dapat membawa nama PALI pada ajang Festival Olahraga Rekreasi Daerah hingga Festival Olahraga Rekreasi Nasional.
Firdaus menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, jembatan dan berbagai infrastruktur fisik. Menurutnya, pembangunan manusia juga harus menjadi perhatian serius.
“Masyarakat yang sehat akan lebih produktif. Anak-anak yang aktif berolahraga akan tumbuh dengan kebiasaan positif. Generasi muda yang mengenal olahraga tradisional akan memahami bahwa warisan budaya tidak boleh hilang ditelan zaman,” katanya.
Atas dasar itu, KORMI PALI ingin menjadikan olahraga sebagai gerakan sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Bagi Firdaus, olahraga bukan semata-mata tentang mengejar medali dan prestasi. Lebih dari itu, olahraga harus mampu menghadirkan kebersamaan, kesehatan dan kebahagiaan di tengah masyarakat.
“Olahraga bukan hanya mengejar medali, tetapi olahraga yang menghadirkan senyum. Bukan sekadar pertandingan, tetapi kebersamaan. Bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi tentang menjaga tubuh, merawat persaudaraan dan menciptakan kebahagiaan,” ujarnya.
Setelah dikukuhkan, jajaran KORMI PALI berharap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten PALI dan seluruh pemangku kepentingan agar program olahraga masyarakat dapat dirasakan hingga lapisan terbawah.
Firdaus menambahkan, keberhasilan KORMI nantinya tidak hanya diukur dari jumlah event yang digelar ataupun prestasi yang diraih. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa banyak masyarakat PALI yang mulai aktif bergerak, berolahraga dan menjadikan kesehatan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua KORMI Provinsi Sumatera Selatan Hj. Samantha Tivani, B.Bus., M.I.B., dalam arahannya menegaskan bahwa keberadaan KORMI tidak boleh hanya terasa ketika berlangsung pertandingan atau festival olahraga.
Menurut Samantha, KORMI harus menjadi organisasi yang hidup di tengah masyarakat, menyentuh berbagai kelompok usia dan membuka ruang seluas-luasnya agar masyarakat dapat berolahraga dengan cara yang menyenangkan.
“Olahraga rekreasi harus mampu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.
Ia mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan cita-cita KORMI Sumatera Selatan untuk terus memperkuat olahraga masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.
Semakin banyak masyarakat yang aktif bergerak, kata Samantha, semakin besar pula peluang terciptanya masyarakat yang sehat, bugar dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
“Semakin banyak masyarakat bergerak, maka semakin banyak juga peluang masyarakat untuk hidup sehat, segar bugar serta mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik,” ungkapnya.
Samantha berharap pengukuhan KORMI PALI menjadi momentum untuk membangun gerakan olahraga masyarakat secara berkelanjutan, bukan berhenti pada kegiatan seremoni.
“Dari PALI, gerakan itu diharapkan tumbuh. KORMI PALI bergerak, masyarakat sehat, PALI bugar, PALI berprestasi,” pungkas Samantha. (Red)








