Banyuasin,medianusantaranews.com- Untuk mengenang dan memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2018, dilaksanakan di Halaman Markas Kodim 0439/BA dan bertindak sebagai Komandan Upacara Dandim 0430/ Banyuasin Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alpian Amran.
Hadir dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila terlihat hadir Kasdim 0430/Banyuasin Mayor CZI Agus Supriyadi, Para Petinggi Kodim 0430/BA, para Danramil dan para perwira serta jajaran 0430/Banyuasin.
Upacara Peringatan Hari kesaktian Pancasila dalam sambutannya Dandim menguraikan, bagi Kodim 0430/BA bukan hanya sekedar Serimonial belaka, tetapi lebih dari itu bahwa peringatan Hari kesaktian Pancasila merupakan salah satu cara kita untuk mengingat bahwa Negara kita pernah di khianati oleh Gerakan 30 S/PKI, Sehingga dengan demikian kita harus tetap waspada terhadap Kebangkitan PKI Yang begitu nyata adanya di Negeri yang kita cintai ini, agar kita juga mampu menjaga Negara kita dari Rong-rongan Komunis terhadap Dasar Negara kita Pancasila.
Lanjut Dandim, kuunis tidak ada tempat lagi dan tidak ada tawar-menawar bagi komunis untuk berkembang di Negara kita cintai ini berlandaskan Pancasila.
Masih kata Dandim, mengutip pernyataan Menhan Jenderal purnawirawan Ryamizar Ryacudu bahwa bahwa Kebangkitan PKI di negara kita ” Benar- Benar ada, bukan omong kosong”, tegasnya.
Untuk itu Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran memerintahkan seluruh Aparat dan Babinsa untuk lebih peka dan sensitif terhadap isu-isu dan Gejolak yang terjadi dilapisan masyarakat, sehingga kita dapat mengantisipasi sedini mungkin agar tidak terjadi konflik yang lebih besar.
Kepada masyarakat Kabupaten Banyuasin, Dandim 0430/BA berharap dan menghimbau kepada seluruh lapisan untuk selalu peduli terhadap akan bangkitnya ide-ide Komunis yang ingin merobah Dasar Negara kita Pancasila menjadi idieologi yang lain.
Dandim 0430/BA juga mengajak dengan tekad yang bulat dan terus semangat Kebersamaan yang di landasi dengan nilai-nilai Luhur idiologi Pancasila sebagai sumber kekuatan besar kita untuk menggalang kebersamaan, sehingga Bangsa Indonesia tetap dapat berdiri kokoh tegaknya Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pungkasnya (waluyo).








