Banyuasin,medianusantaranews.com– Saat melakukan Safari Jumat bersama rombongan di Masjid Nurul Anwar Desa Muliasari, Bupati Banyuasin H Askolani diberikan kesempatan oleh panitia untuk membagikan air sebanyak 10.000 liter kepada masyarakat dan Masjid Nurul Anwar Desa Muliasari Kecamatan Tanjung Laga Kabupaten Banyuasin Sumsel.
Penyaluran air itu selain untuk Masyarakat juga kepada para Jamaah yang akan melakukan Sholat Jumat berjamaah bersama Bupati, namun air untuk berwuduk sedang kekeringan dampak dari efek kemarau yang berkepanjangan,pada tahun 2019 ini. Efek itulah Bupati menyumbangkan air bersih itu di Masjid tempat rombongan Bupati saat melakukan Sapari Jumat dan saat mau melakukan wuduk airnya terasa asin tapi saat itu tak ada yang berani berucap, namun mereka saling berbisik bisik satu sama lainnya saja.
“Kalau begini akan merusak citra Bupati saja namanya, masa Bupati dan rombobgan akan suguhkan air yang rasanya asin oleh masyarakat disini, maka perlu di perhatikan jangan sampai permasalahan seperti ini terulang kembali”, kata Abdullah kemarin.
Mengapa airnya rasanya asin sementara air ini katanya bantuan pak Bupati. Bagaimana kerja panitia ini, mengapa tidak dicek dulu apakah layak atau tidak air ini sebagai sumbangan bupati, sambung Anggi beberapa saat yang lalu.
Selain memberikan sumbangan air orang nomor satu di Bumi Sedulang Setuding ini juga meresmikan Rumah Tahfidz Al-Ittihaad sekaligus menyerahkan bantuan pembangunan Masjid Rp 10 juta, Santunan Anak yatim Piatu Kaum Dhuafa Sebanyak 50 orang dari Baznas Banyuasin, 173 keping KIA (Kartu Identitas Anak) yang diserahkan Bupati Askolani langsung kepada Camat Tanjung Laga, Drs. Yusrizal. (waluyo)








