Warga Selpen dan Puri Terancam Terisolir Lagi

 

Banyuasin,medianusantaranews.com- Banyak yang memprediksi warga yang berdumisili di wilayah Kecamatan Selat Penuguan (Selpen) dan sebagian warga diwilayah Kecamatan Pulau Rimau ( Puri) Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan terancam terisolir kembali, Pasalnya, sarana transportasi jalan darat satu-satunya melalui jembatan di Tanah Kering Desa Mukut kondisinya sudah rapuh dan sangat rawan ambrol.

Sekalipun dilakukan perawatan dan perbaikan, oleh sebagian warga apalagi dengan swadaya masyarakat, tentu tak dapat dijamin kekuatan, karena dilintasi berbagai armada angkutan yang bermuatan melebihi kapasitas tonase dari jembatan tersebut, ucap salah seorang tokoh masyarakat Banyuasin Syamsuri HAJ saat berbincang dengan wartawan media ini (27/11/2021).

Dikatakan Syamsuri, badan jembatan didesa Mukut tersebut dibangun di masa dirinya jadi Wakil Rakyat ketika itu dan jembatan dibuat sebagai jalan alternatif yang berkapasitas berat muatan tidak melebihi beban 5 ton saja, jika sekarang armada angkutan bermuatan lebih dari 5 ton apalagi sampai 10 ton bahkan sampai belasan ton, wajar saja membuat jembatan itu rawan ambrol ditambah material dari jembatan itu telah banyak yang rapuh dan keropos.

Menurutnya, jika masyarakat yang berdumisili didalam sana tidak mau hidupnya terisolir lagi selain dirawat secara rutin badan jembatan itu, masyarakat pengguna jasa transportasi jalan melalui jembatan tersebut supaya jangan diperbolehkan kendaraan muatanya lebih dari 5 ton.

“Kalau mengharapkan perbaikan jembatan itu melalui APBD dari Kabupaten Banyuasin tentu tidak akan dapat direalisasikan, seandainya bisa pun entah kapan tahunya, maka solusinya batasi muatan dan dipasang portal kalau para pengguna jalan masih tidak mau sadar, tetapi kalau tidak mau disiplin biarkan saja kalau ingin kehidupanya kembali terisolir, tegasnya sembari mengucap sudah bosan sebenarnya bicara mengenai jembatan Tanah Kering di Desa Mukut sekaligus menyudahi obrolanya.

Dengan singkat mantan Anggota DPRD Banyuasin yang juga ikut mengegulkan pembangunan jembatan ketika itu M. Karyono mengatakan untuk perbaikan kerusakan badan jembatan itu jangan dibebankan kepada masyarakat, karena itu sepenuhnya tanggungjawab Pemkab Banyuasin.

Seandai cuma sekedar memperlancar arus lalulintas kendaraan, tidak apalah kalau ada kepedulian masyarakat, yang utama bagi yang memiliki kendaraan angkutan penumpang dan barang, tetapi tak boleh sepenuhnya sampai warga yang berjibaku melakukan perbaikan, terang bapak penggagas untuk wilayah Kabupaten Banyuasin Tengah via ponsel.

Terpisah tokoh muda dari Pulau Rimau sebut saja Pakmad, dirinya melakukan perbaikan badan Jembatan Tanah Kering dalam kondisi sudah rapuh itu, selain rumah tinggalnya ada didalam wilayah yang bisa terancam terisolir juga karena panggilan jiwa.

Kata Dia, sebelum melakukan aktivitas itu, Dia juga mengaku sudah meminta izin Kepala Dinas PU Pemkab Banyuasin dan ada suratnya dan tujuan utama kami berpartisipasi untuk melakukan perbaikan badan jembatan supaya warga yang ada urusan baik di Kecamatan atau Kabupaten Banyuasin bisa lancar saja.

Pakmad mengaku tidak meminta upah atau sumbangan dari siapapun dan yang dilakukan ini murni dari panggilan jiwa dan mendapatkan material untuk mengganti material jembatan yang sudah rapuh itu mendapat izin dari Dinas PU bisa mengambil besi pada jembatan yang tidak dilalui kendaraan atau yang tidak bisa untuk aktivitas.

“Yang dilakukan ini sifatnya juga sementara, siapa tau nantinya jembatan dilihat langsung oleh bapak Presiden kita yang selama ini telah dikenal suka blusukan itu, lalu dianggarkan lagi pembangunan jembatan seperti Ampera kan lebih baik”, ucapnya seraya menghayal.

Sementara, dalam waktu perbaikan berbagai jenis kendaraan baik R2, R4 dan jenis lainya dilarang melintas terlebih dahulu, agar tidak mengganggu aktivitas tukang yang sedang melakukan perbaikan, supaya cepet selesai, tutup bapak mantan Anggota DPRD Banyuasin antar waktu.

Disayangkan dari dua Anggota DPRD Banyuasin yang ada tempat tinggalnya harus melalui jembatan itu dihubungi untuk dimintai konfirmasinya via ponsel cuma dibaca saja tidak ada jawabanya termasuk Kadis PUTR Banyuasin Ir. H. Ardi Arfani, ST.,MM (mnn/biro-ss)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *