Kematian “RA” Dalam Rumah Kontrakan Masih Misteri

Najamudin : Pada punggung kanan korban lebam #

Banyuasin,medianusantaranews.com- Kematian wanita muda inisial “RA” (30) yang diketemukan telah meninggal dunia heboh gantung diri di Kamar Rumah Kontrakan di lorong Rima Karya Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin 3 Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel, pada hari Jum’at (13/11/2023), berbuntut panjang, Pasalnya, orang tua korban buat laporan ke Polres Banyuasin yang curiga anak wanitanya meninggal dunia saat dimandikan ada bekas lebam bagian punggung sebelah kanan, maka kami meminta untuk dilakukan autopsi, ujar Najamudin kepada wartawan usai membuat laporan ke Polisi ketika itu.

Keterangan saksi Sri Agustina, RA diduga tewas akibat gantung diri dikarenakan ada seutas tali rafia yang menggantung, tetapi setelah sampai dilokasi sudah tergelak di Kasur.

“Saat itu saya dijemput pemilik kontrakan untuk melihat rumah kontrakan dan diberitahu jika ada yang gantung diri, tapi saya lihat kondisi pintu rumah kontrakannya sudah terbuka dan ternyata sudah di buka oleh Akbar pacar korban. Ketika itu posisi korban sudah berada di atas kasur,” ujar Sri saat itu.

Masih menurutnya, kondisi badan korban saat itu masih hangat dan langsung dibawa ke Puskesmas terdekat untuk minta pertolongan pertama. “Sampai di Pukesmas, ternyata sudah tidak bernyawa lagi,” tambahnya.

Saat kejadian, Polsek Pangkalan Balai yang menerima pengaduan langsung datang kelokasi kejadian lakukan olah TKP dan koordinasi dengan unit Satreskrim Polres Banyuasin.

Pihak keluarga korban merasa ada yang janggal kematian korban dan akhirnya buat laporan ke Polres Banyuasin supaya bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Najamudin mengatakan ini kasus kematian anaknya itu merasa ada yang janggal dan Dia curiga karna tak melihat anaknya dalam posisi tergantung dan saksi melihat anak saya sudah dibaringkan di kasur. Saat kejadian itu tidak ada orang selain Akbar sendiri yang ada di dalam rumah kontrakan tersebut, maka saya buat laporan supaya perkaranya jelas, kemungkinan kematian anak saya itu bukan disebabkan gantung diri, katanya.

Dijelaskannya, kecurigaan itu saat jenazah korban dimandikan dan ditemukan lebam biru dibagian punggung sebelah kanan badan korban, diduga akibat benturan dari benda tumpul yang cukup kuat. “Tidak terima atas kematian anaknya, maka melaporkan juga pacar korban yang saat itu ada di TKP”, tukasnya.

Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, SH, Sik, MIK diminta konfirmasinya oleh awak media melalui Kasatreskrim AKP teguh Prasetyo Sik MH dijelaskan benar ada ditemukan jasat wanita inisial RA di kamar rumah kontrakannya.

Kasatreskrim menambahkan saat itu sudah dimusyawarahkan pada pihak keluarga terkait kematian putrinya, sesuai data yang didapat dari Puskesmas Pangkalan Balai bahwa korban telah meninggal dunia akibat gantung diri.

Dari keterangan dokter ketika tak diketemukan tanda ada bekas dari pukulan benda tumpul, tapi yang kami dapat dari Puskesmas yang merawatnya dinyatakan korban itu meninggal dunia akibat bunuh diri.

Setelah sepekan dari kejadian ada orang laki-laki datang ke Mapolres buat laporan bahwa anaknya yang dimaksud kematiannya ada yang janggal.

Masih kata Kasatreskrim, ketika itu pun sudah menanyakan apa mau di outopsi, tapi keluarga saat itu menolaknya.

Lanjut Kasatreskrim, karena pihak keluarga korban ada yang buat laporan tetap kita ditindaklanjuti, karena menjelang Pilkada banyak anggota kami ditugaskan untuk kegiatan Pilkada.

Namun lanjut Kasatreskrim, habis kegiatan Pilkada ini tentu laporan dari orang tua korban itu ditindak-lanjuti dengan sungguh-sungguh, sebab yang autopsi itu butuh waktu dan biaya dan tidak murah.

Tunggu saja habis acara Pilkada dan anggota sudah kembali akan langsung menindaklanjuti aduan orang tua korban, pungkasnya.(MNN)

Admin : waluyo




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *