Medianusantaranews.com, (Musi Banyuasin)- Warga ekstran yang tinggal di wilayah Simpang Telkom Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera mengeluh, Pasalnya, pemadaman listrik didesanya selama 3 bulan ini tidak terjadwal, lama lah padamnya dari pada menyalanya, ujar Pardi kepada wartawan media ini Kamis 04 Maret 2021.
Warga Desa Pandan Sari Kecamatan Tungkal Jaya ini menjelaskan setelah listrik dirumah miliknya dirubah dari Pasca Bayar menjadi Prabayar justru dibuatnya menderita. Sebab aliran listrik yang dikelola oleh PT. Muba Elektrik Power (MEP) ini lebih lama padamnya dan sudah tiga bulan ini kami sebagai konsumen banyak menanggung ruginya.
Dampak padamnya listrik itu lanjut dia, secara keseluruhan masyarakat didesa ini dibuat menderita ditambah tidak bisa komunikasi keluarga, karena kehabisan strum ponselnya dan penerangan pakai lampu teplok ada juga menggunakan gendset.
Permasalahan padamnya listrik selama ini warga didesanya sudah mengadukan Pemerintah Desa, Kecamatan bahkan ke Kabupaten Musi Banyuasin termasuk dilaporkan ke anggota DPRD Muba, tapi sudah tiga bulan ini justru lebih parah pemadamanya, sambung Timah warga yang lain.
Kata dia, waktu masih pakai pasca bayar listrik kami paling mahal Rp 200 ribu per bulan dan padamnya tidak sepanjangan seperti saat ini, ketika memakai listrik prabayar justru membengkak dalam satu bulan Rp 800 ribu, itu pun kondisi listrik byarpet, kalau menyala seperti era pasca bayar mungkin bisa lebih besar lagi biayanya, mungkin bisa jutaan rupiah perbulan, ungkapnya.
“Minta tolong pak naikan beritanya masalah listrik padam didesa kami ini, dampak pemadaman tidak terjadwal ini benar-benar dibuat sengsara yang setiap malam dengan kondisi gelap gulita termasuk anak-anak kami mengikuti proses belajar mengajar pun terganggu, karena listrik padam signal ponsel pun hilang,” tutupnya.
Sampai berita ini ditayangkan media ini pihak terkait belum ada yang diminta konfirmasinya termasuk pihak pengelola PT. MEP, (MNN/waluyo)








